Others

Why couples break their relationship?

“I cried a lot because of you. I laughed a lot because of you. I believed in love because of you. And now I’m heartbroken because of you.” –Tyga, an American rapper.  “If you’re brave enough to say goodbye, life will reward you with a new hello.” – Paulo Coelho, a Brazilian novelist. These two quotes broken-hearted from famous people describe people who you love first are the one that potentially makes your heart broken. In addition, you need to have great courage to move on because there is a lot of opportunities out there. There are three main reasons partners break their relationship: they have high expectations from the partners, they have different top three values that should stand, and they could not tolerate the partner’s weakness.

The couples have high expectations in their mind what their mates should think, behave and say it. For example, a man expects the woman do cooking for him, oblige everything that he said, and follow his rules. On the other side, a woman hopes that man can listen to every problem that she told, support her decision in life, can always be there every time she needs. When a man or woman has something that they imagine their partners should act, but in reality, it does not happen like that; and then, the disappointment is the result that couples get. If they could not carry it on for a short or long time and happens like a snowball, it will encourage one of the partners to decide to end their relationship.

Every partner has different top values, and the change happens when one of them break it down. In life, people have values that they embrace, and they expect the others to fulfill it. For instance, a man has values that influenced by his childhood – consistency, carefulness, and patience. On the other hand, the woman has different top values – honesty, fearlessness, and trustworthiness. When they interact each other in daily life, they seem to forget to communicate their critical values. When one of the partners ignore, it disappoints their heart.

The partner cannot tolerate their partner’s weaknesses when they build the relationship. As time goes by, the partner learns everything about their partners, such as their likes and dislikes, hopes and despairs, the past and future life. The partner attempts to open themselves, such as express themselves as the needy or insensitive person, or they can be very blunt to judge something. The couple hopes their partner can support everything or accept who they are. When one partner cannot deal with the other’s vulnerabilities, there is a high possibility they will decide to give up their relationship.

The relationship is never as perfect as a fairy tale or romantic drama which has a happy ending. The couple can choose to break their relationship when they could not fulfill a high expectation from their partners, could not accept the differences of their priority values and deal the partner’s shortcomings. The general quote often hears that nobody is perfect and to commit to building it better should be a part of partner’s mindset. Maintaining the relationship needs effort from both parties to understand their partner’s self, accept every different values and fragility, and change themselves to be a better person

Others

Kata yang tak terucap..

Kau tanya apakah ada yang ingin kukatakan…
Ku jawab, “Tidak Ada”
Kata itu menjadi sulit terucap, untuk segala tanda yang belum terungkap.
Bukan ku ingin membuka buku yang sudah tersimpan manis di sebuah lemari buku.
Ku hanya ingin mendengar cerita yang pernah dituliskan dalam buku itu.
Ku tak tahu kalau kau menangkap sebuah hal yang berbeda.
Kau kembali mengatakan kalau kau juga pernah terluka olehku..
Apakah itu karena kataku atau sikapku?
Itupun menjadi sebuah misteri yang kau simpan dalam hatimu dan memintaku untuk memikirkannya.
Ketahuilah kata itu tidak pernah terucap..
Karena hatiku masih penuh tanya..
Rasa sayang ini perlu dimurnikan..
Dan dia akan terungkap ketika tanda tanya itu tergambar dengan jelas..
Tidak untuk dianalisa..
Tidak untuk dikomentari..
Tapi hanya untuk dipahami dan dimengerti..
Hanya sesederhana itu..
Others

Bersambung..

Katanya, cinta itu tidak bisa dipaksakan..
Katanya, cinta itu tulus..
Katanya, cinta itu memaafkan..
Walaupun mulut ini tidak bisa mengungkapkan melalui kata..
Tetapi setiap tindak laku berbicara dan terdengar keras..
Waktu yang menilai apakah cinta ini perlu diperjuangkan atau dilepaskan..
Bukan karena dia tidak mau menunggu, tetapi dia tahu..
Bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan..
Tetapi perlu diperjuangkan..
Oleh kedua tangan..
Oleh kedua kaki..
Oleh kedua telinga..
Tidak hanya terucap oleh sebuah kata dari satu bibir..
Atau dipikirkan oleh sebuah kepala..
Atau tercium oleh sebuah hidung..
Karena dua hati yang saling menyapa lebih baik daripada sebuah hati yang penuh tanya..
Others

Apalah arti sayang dan cinta, apabila tak ada ujudnya!

Secara sekilas, sebuah rasa sayang bisa dikatakan seperti seseorang yang baru mau mulai sebuah usaha. Ada suatu perasaan atau ketertarikan atau koneksi yang membuat orang ingin mencari tahu usaha tersebut.
Kalau rasa atau ketertarikan itu sangat kuat, akhirnya jadi cinta, mau badai menghadang kedepan, orang akhirnya berani untuk memutuskan membuka usaha, walaupun terkadang belum ada kepastian sukses atau tidaknya usaha tersebut.

Tetapi rasa sayang dan cinta, tidaklah cukup dalam memulai sebuah usaha atau hubungan. Ada hal lain yang perlu ditindaklanjuti dari kata-kata cinta dan sayang yaitu sikap dan perbuatan.

Katanya, Dinda cinta ama pacarnya.
#Tetapi kenapa dia tetap selingkuh?

Ririn bilangnya sayang ama anjingnya.
#Kenyataannya, mboknya yang setiap hari kasih makan.
Ririnnya kemana?

Dulu, gua ngaku kalo sayang ama orang tua.
#Tapi kalo lagi capek, malas juga angkat telpon dari enyak.

Dilihat-lihat lagi, kita begitu mudahnya mengumbar kata cinta dan sayang kepada seseorang. Apapun definisi dari kata sayang dan cinta, maka yang penting adalah “ujudnya”.
Bagaimana input-proses-ouputnya?
Input- “Gua sayang sama dia, Na. Beneran..! Gua ga ada maksud nyakitin hati dia”
Proses- “Memang sie, gua sadari gua milih jalan ama temen-temen daripada dia, tapi gua sayang”
Output- “Pilih teman-teman daripada dia”
Pada akhirnya, arti sayang dan cinta tidak lagi sepenting dari ujud dari sayang atau cinta tersebut.

Arti sayang dan cinta memang bisa berbeda pemaknaannya bagi setiap orang, salah satunya, tokoh terkenal Khalil Gibran.

Arti sayang dan cinta bagi Khalil Gibran dapat dilihat dari salah satu puisinya:

…………………………………………………………
…………………………………………………………
“Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta… ada
perasaan yang lebih mendalam.
Yaitu rasa sayang…. rasa yang tidak hilang
secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah.

Perasaan yang dapat membuat mu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.

Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.
Cinta ingin memiliki. Tetapi sayang hanya ingin
melihat orang yang disayanginya bahagia..
walaupun harus kehilangan.”
– Kahlil Gibran

Bagi Kahlil Gibran, rasa sayang terungkap memiliki arti lebih dalam dari rasa cinta, dimana tidak berusaha memiliki dan hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia.

Tetapi beda halnya menurut Merriam-Webster Dictionary dalam mengartikan kata cinta dan sayang:

“Love: strong affection for another arising out of kinship or personal ties; affection based on admiration, benevolence, or common interests.
Affection: a moderate feeling or emotion.”

Dapat dilihat dari Merriam-Webster, sayang (afeksi) adalah bagian dari sebuah cinta dimana sayang hanyalah sebuah perasaan dengan batasan yang tepat, sedangkan cinta adalah sebuah perasaan sayang yang sangat kuat.

Dua sudut pandang yang berbeda dalam memaknai sayang dan cinta.
Jadi, apalah arti sayang dan cinta…
Walaupun pemaknaan bisa berbeda, tapi ujudnya dapat membedakan arti sayang dan cinta yang sebenarnya.